Di balik halaman tua yang mulai menguning ini, tersimpan salah satu karya sejarah paling penting tentang Asia pada masa ekspansi Portugis.
Buku yang tampak pada foto berjudul "Da Ásia" karya Diogo de Couto, seorang sejarawan Portugis yang hidup di Goa, India Portugis. Edisi yang terlihat merupakan "Década Oitava" (Dekade Kedelapan) yang dicetak di Lisboa pada tahun 1788.
Karya monumental ini mencatat berbagai peristiwa penting di Asia, mulai dari pelayaran, perdagangan, peperangan, diplomasi, hingga hubungan Portugis dengan kerajaan-kerajaan besar di Timur. Bagi peneliti sejarah Nusantara, khususnya Aceh, buku ini memiliki nilai yang sangat tinggi karena memuat berbagai catatan mengenai kawasan Selat Malaka dan kekuatan Kesultanan Aceh pada masa kejayaannya.
Menariknya, pada bagian atas halaman terdapat tulisan tangan yang diduga merupakan tanda kepemilikan lama (ex libris), kemungkinan milik seorang kolektor bernama Fernando das Neves. Jejak kecil ini menunjukkan bagaimana sebuah buku dapat berpindah tangan selama ratusan tahun sebelum akhirnya sampai kepada generasi masa kini.
Buku-buku seperti inilah yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dunia dan menjadi sumber primer yang sangat berharga bagi para peneliti sejarah Aceh, Asia Tenggara, dan dunia maritim.
Selembar halaman tua, namun menyimpan berabad-abad kisah peradaban, dan perlu diketahui buku ini terkadang menjadi rujukan para orientalis untuk menghancurkan aceh melalui dalam.
Jadi berhati-hatilah dalam membaca sumber sejarah, sebab didalamnya terkadang berisi kontroversial bahkan banyak terjadinya distorsi sejarah.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan