Memaparkan catatan dengan label Perdamaian Aceh. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Perdamaian Aceh. Papar semua catatan

Khamis, 19 Ogos 2021

Koleksi Benda Antik Peninggalan GAM.


MoU Perdamaian GAM - RI atau di sebut MoU Helsinki, karena lahirnya di helsinki tepatnya di Firlandia pada 15 Ogos 2005, dua hari sebelum hari ulang tahun indonesia. 

Settingan yang bijak. :
15 Agust Teken perdamaian di firlandia, 
16 Agust Perjalanan Pulang ke indonesia
17 Agust Langsung pengibaran merah putih seluruh aceh yaitu hari ulang tahun NKRI.
Maka rakyat aceh berkata :

"15 Agust damai, 17 agust aceh jadi NKRI"

Asal matan kitab MoU perdamaian ini dalam Bahasa Inggris, atau bahasa pihak ke tiga dalam perdamaian aceh dan indonesia.

Di bawah ini adalah versi bahasa indonesia atau bahasa salah satu dari dua pihak yang berdamai. Dalam versi bahasa aceh mungkin belum ada atau memang tidak akan ada. Karena, perjanjian ini seolah-olah bersifat sementara sebagaimana perjanjian oslo antara israel dan palestina.

Apa-apa pun kita berharap, pihak penulis acheh dapat menterjemahkannya dalam bahasa sendiri untuk mengisi album sejarahnya masing².

MoU helsinki Versi indonesia :

Halaman 1.
Halaman 2.
Halaman 3.
Halaman 4.
Halaman 5.
Halaman 6.

Halaman 7.
Halaman 8
Halaman 9.

Halaman 10.
Halaman 11.

Inilah hasil koleksi saya benda pra sejarah yang saya dapati di alam ghaib(maya).

Yang menginginkan file pdf, boleh hubungi ana di Email Muhajir_lsm18@yahoo.co.id. 

Ahad, 15 Ogos 2021

16 Tahun Perdamaian Aceh

Selamat  16 Tahun Hari Damai Aceh, 15 Agustus 2005 - 15 Agustus 2021.

Hari ini enam belas tahun yang lalu, setelah 30 tahun lebih Aceh berkonflik politik dan bersenjata dgn Republik Indonesia.

Entah berapa ribu nyawa menjadi syuhada. Kita ingat peristiwa demi peristiwa. Bagaimana sungai Arakundoe berubah merah dgn daerah, Simpang KKA nembabi buta, rumah gedung Arun juga tak pernah lupa, desa Cet Keng  Bandardua menjadi desa janda. Bantaqiah Beutong Ateuh disiram dgn senjata.

Kenapa kita mudah lupa. Seakan hari ini tak pernah tejadi apa-apa. Sehingga terkesan berfoya-foya di atas darah syuhada. Semestinya di hari damai tiap 15 Agustus sejak 2005, adalah hari berlangsungkawa bagi syuhada-syuhada yg telah tiada.

Benar, pejuangan selalu menuntut pengorbanan. Dan mereka telah memberikannya. Bukan hanya cinta, tangis, dan air mata. Nyawa telah dikorbankan utk masa depan anak negeri. Namun harapan cinta rangkaian janji, tangis dan air mata berubah jadi hampa.

Duhai Aceh, enam belas tahun hari ini engkau berdamai, kenapa engkau termiskin di Sumatera? Padahal sudah 60 triliun  dana Otsus dari Jakarta engkau kelola. Siapa yg berfoya-foya tega mengalih pembangunan rumah dhu'afa.

Aceh, hari ini 16 tahun sudah engkau ikrarkan damai, membangun anak negeri, yatim piatu dan perempuan-perempuan janda di gampong-gampong dan desa-desa, yang ayah-suaminya telah syuhada. Saat jam malam mendera, saat DOM membabi buta, engkau tak bedaya membela sesama saudara.

Maka biarlah semua luka nestapa itu tercatat dalam sejarah. Siapa yang benar dan salah dalam setiap perjuangan akan  terbukti di kemudian hari.

Di Tulis Oleh Nab Bahany